Adab Tidur Dalam Islam

Tidur merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia. Setelah seharian penuh beraktifitas di siang hari, tentunya anda membutuhkan waktu untuk istirahat atau tidur. Hal ini dilakukan agar tubuh anda tetap sehat dan bugar sehingga bisa melakukan berbagai aktifitas sehari-sehari dengan maksimal.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa saja yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al An’am : 60).

Berbicara tidur, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang adab tidur dalam Islam sebagai berikut ini:

  • Berwudhu Terlebih Dahulu

 

Sebelum tidur sebaiknya anda berwudhu terlebih dahulu. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabada :

 

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Bukhari Muslim).

 

Dengan berwudhu terlebih dahulu, tentunya hal ini akan membuat tubuh anda lebih bersih dan terasa lebih nikmat saat tidur, serta lebih mudah untuk beribadah karena dalam keadaan suci.

 

  • Membersihkan Tempat Tidur

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada umatnya untuk selalu membersihkan tempat tidur saat hendak tidur. caranya adalah dengan mengambil sehelai kain dan mengibaskannya ke arah tempat tidur.

 

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

 

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘Bismillah’. Karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari Muslim).

 

  • Berdoa

 

Berikut lafaz doa sebelum tidur latin dan artinya:

“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

Artinya : “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan doa bangun tidur adalah sebagai berikut :

“Alhamdillallahilladzi ahyanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur.”

Artinya : “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kembali semua akan dihidupkan kembali.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

 

  • Berbaring di sebelah kanan

 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada umat Muslim untuk berbaring ke sebelah kanan ketika tidur. Pasalnya, tidur dengan berbaring ke sebelah kanan dianggap cepat untuk bangun.

 

Selain itu, secara medis berbaring ke sebelah kanan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah mengurangi beban jantung.

 

Pada saat tubuh miring ke kanan ketika tidur, maka darah akan mengalir lebih merata dan terkonsentrasi pada tubuh bagian kanan.

 

Denyut jantung akan lebih lambat dan tekanan darah akan menurun lantaran aliran darah yang masuk dan keluar dari jantung juga lebih melambat.

 

  • Menghadap Kiblat

 

Selain menghadap kiblat, dianjurkan juga menghadap kiblat sesuai sunnah Nabi. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits, “Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan,lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal.” (HR. Abu Ya’la).

 

  • Berdzikir

 

Selain membaca doa sebelum tidur, anda juga dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla supaya hati menjadi lebih tenang dan tidurpun semakin nyenyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *